Home / Company / News

Dua Kapal Tunda Jayanegara Pelindo Marine Dukung Simulasi Evakuasi Darurat di Tanjung Perak

Tuesday, 03 Nov 2026
Share this news
Share Twitter    Share Facebook    Share LinkedIn

Surabaya(3/11) – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) mengerahkan dua kapal tunda, KT. Jayanegara 306 dan KT. Jayanegara 308, dalam simulasi penanganan kebakaran kapal dan evakuasi darurat di perairan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel, armada, dan koordinasi antar instansi menjelang periode Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). 

Simulasi tersebut melibatkan sejumlah instansi, antara lain Basarnas, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), TNI Angkatan Laut, PT Dharma Lautan Utama (DLU), serta berbagai pemangku kepentingan sektor maritim lainnya. Dalam simulasi tersebut, KMP Kirana VII milik DLU yang melayani rute Tanjung Perak, Surabaya - Lembar, Lombok pulang-pergi (PP), menjadi objek latihan penanganan keadaan darurat. Skenario kebakaran kapal diperagakan dengan melibatkan penumpang untuk mempraktikkan prosedur evakuasi darurat. 

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Lollan Andy Sutomo Panjaitan mengatakan, latihan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan respons cepat lintas instansi. “Latihan penanganan kebakaran menjadi momentum krusial untuk melatih komunikasi dan respons cepat semua pihak, sebab keselamatan pelayaran dan budaya keselamatan adalah harga diri kita bersama,” ujarnya. 

Nakhoda Kapal Tunda Jayanegara 308, Capt. Ade Aulia Rahman, menjelaskan bahwa kedua kapal memiliki tugas berbeda dalam skenario simulasi. Kapal Tunda Jayanegara 306 berperan melakukan pemadaman kebakaran menggunakan fasilitas Fire Fighting System (FiFi), sedangkan Kapal Tunda Jayanegara 308 bertugas menjaga dan menahan posisi KMP Kirana VII agar tetap stabil selama proses penanganan darurat dan evakuasi berlangsung. "Melalui pembagian tugas tersebut, proses penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mendukung keselamatan personel, penumpang, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi," jelasnya.

 Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, menambahkan bahwa menjelang periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pelindo Marine terus memastikan kesiapan armada, personel, dan peralatan pendukung guna mendukung keselamatan pelayaran serta kelancaran layanan transportasi laut. "Tidak hanya di Tanjung Perak, kesiapsiagaan juga kami perkuat di 56 area operasional Pelindo Marine lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga seluruh armada dan personel siap memberikan respons cepat serta pelayanan yang aman dan andal selama periode Nataru," ujarnya. 

Melalui partisipasi dalam simulasi ini, Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk mendukung kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di laut melalui keandalan armada, kompetensi personel, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan dalam mewujudkan keselamatan dan kelancaran transportasi laut, khususnya selama periode Angkutan Nataru.