Bantul (14/9) – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memperkuat kapasitas perajin Batik Kriya Punden dari kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, melalui pelatihan dan pendampingan bersama seniman batik modern, Bayu Aria Widhi Kristanto, di Hotwax Studio, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 11-13 September 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan teknik dasar membatik, pemanfaatan pewarna alami, pengembangan inovasi desain, serta strategi pemasaran berbasis teknologi guna memperluas peluang usaha dan meningkatkan daya saing produk batik di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service, Lia Indi Agustiana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas keberhasilan Program TJSL Prioritas UMKM “Batik Maritim Surabaya”, hasil kolaborasi Pelindo Marine dengan perajin Batik Kriya Punden di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, yang berhasil meraih penghargaan pada ajang Pelindo TJSL Award. “Keberhasilan program ini membuktikan bahwa perajin Batik Kriya Punden memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, kami terus menghadirkan program lanjutan guna memperkuat kemandirian, meningkatkan daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha mereka,” jelas Lia.
Sementara itu, seniman batik modern sekaligus Founder Hotwax Studio, Bayu Aria Widhi Kristanto, menilai perajin Batik Kriya Punden memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui workshop ini, peserta dibekali penguatan teknik membatik, pemanfaatan pewarna alami, pengembangan desain, serta strategi pemasaran berbasis teknologi. "Perajin Batik Kriya Punden telah memiliki fondasi yang baik. Kami ingin memperkaya wawasan mereka agar mampu memadukan kreativitas, nilai budaya, dan teknologi sehingga batik yang dihasilkan semakin berdaya saing di era Industri 5.0," ujar Bayu.
Bagi para peserta, pengalaman belajar di Yogyakarta juga menjadi kesempatan berharga untuk melihat lebih dekat perkembangan industri batik yang telah berkembang pesat. Salah satu perajin Batik Kriya Punden, Mastukah, mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru yang akan diterapkan setelah kembali ke Surabaya. "Saya jadi memiliki banyak referensi baru untuk pengembangan desain maupun pemasaran. Banyak masukan dan metode observasi yang ingin saya praktikkan ketika kembali ke Surabaya. Harapan saya, Batik Kriya Punden dapat semakin dikenal luas, bahkan mampu menembus pasar internasional," ungkap Mastukah.
Semangat serupa dirasakan oleh Operator Layanan Operasional Rumah Kreatif Batik Putat Jaya di Dolly, Mulyadi Gunawan (Pengky). Menurutnya, interaksi dengan para seniman dan pelaku industri batik di Yogyakarta membuka wawasan baru tentang peluang pengembangan batik, baik dari sisi teknis maupun pemasaran. "Kegiatan ini membuka wawasan saya tentang luasnya peluang pengembangan batik. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan kami bagikan kepada para perajin lainnya agar dapat berkembang bersama," ujar Pengky.
Pelindo Marine berkomitmen melanjutkan pengembangan UMK Binaan melalui Program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, inovasi, kemandirian, dan keberlanjutan usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam menciptakan produk bernilai tambah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mampu bersaing di era Industri 5.0.
